Selasa, 11 Februari 2014

Yuuuk belajar animasi pakai flash 8...!!!!!
By:nurul khomariyah


Contoh Animasi dengan Menggunakan Flash 8
Animasi Shape (Perubahan Bentuk Retangle menjadi Oval)
  1. Pilih Retangle tool
  2. Gambar Retangle tool pada layer 1
  3. Lalu masuk frame 30 klik kanan Insert blank keyframe
  4. Pilih Oval tool lalu gambar.
  5. Klik layer pilih Tween Shape
  6. Selesai untuk lihat hasilnya tekan Ctrl + Enter
Animasi Shape (Perubahan Bentuk Retangle menjadi Tulisan)
  1. Pilih Retangle tool
  2. Gambar Retangle tool pada layer 1
  3. Lalu masuk frame 30 klik kanan Insert blank keyframe
  4. Pilih Text Tool (Tulis).
  5. Pilih selection tool dan arahkan kursor ketulisan
  6. Klik kanan BreakApart sampai 2 kali
  7. Klik layer pilih Tween Shape
  8. Selesai untuk lihat hasilnya tekan Ctrl + Enter
Animasi Mask (Animasi topeng/tulisan)
1.     Pilih Text tool pada layer 1 (Tulis) lalu copy tulisan tersebut, setelah itu rubah warna tulisannya dengan menggunakan Fill color
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/1-mask.jpg?w=300&h=216
2.     Klik Insert layer 2, klik kanan pada stage paste in place
3.     Rubah warna tulisan dengan cara pilih Fiil color (agar bisa membedakan tulisan layer 1 dan 2) pilih paint bucket lalu klik kearah tulisan tersebut.
4.     Lalu Insert layer 3 pilih retangle tool (untuk mengatur agar supaya gambar kotak miring pilih Free Transform Tool)
5.     Seleksi frame 30 pada layer 1 sampai 3
6.     Klik kanan Insert Frame
7.     Masuk layer 3 klik kotak (retangle yg sempat dibuat tadi)
8.     Arahkan kursor ke timeline pada layer 3,
9      Klik kanan Create Motion Tween
10.   Geser kotak ke kanan
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/3-mask.jpg?w=300&h=216
11.   Klik kanan pada layer 3 pilih Mask
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/4-mask.jpg?w=300&h=216
12.   Selesai untuk lihat hasilnya tekan Ctrl + Enter
Animasi Guide (Petunjuk Garis)
1.          Pilih Retangle tool
2.          Gambar Retangle tool pada layer 1
3.          Add Motion Guide
  1. Seleksi frame 30 pada layer 1 dan Guide layer Lalu masuk frame 30 klik kanan Insert frame
5.          Klik Guide Layer Pilih pencil tool (Gambar jalur)
  1. Klik layer 1 arahkan kursor ke timeline pada layer 1 Create Motion Tween
  2. Geser kotak dari ujung awal sampai ujung akhir
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/1-guide.jpg?w=300&h=217
8. Selesai untuk lihat hasilnya tekan Ctrl + Enter
Fungsi Script gotoAndPlay
Fungsi script gotoAndPlay biasanya digunakan untuk memanggil script yang ada di frame Seperti Frame number, Frame Label, Expression, Next Frame dan Previous Frame. Sebagai contoh dari penggunaan script ini saya coba praktekkan pada tutorial membuat slide Presentasi Foto. Anggap bahwa pada Foto 1 dan Foto 2 yaitu sebagai halaman dari slide tersebut.
Langkah pertama buka software flash 8. Kemudian buka file > Import > Impot to stage (Ctrl+R)  Pilih Gambar.
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo11.jpg?w=300&h=217
Selanjutnya buat sebuah layer baru dengan mengklik Insert Layer http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo21.jpg?w=300&h=217
Sekarang masukkan tombol yang sudah jadi yang ada di Common Libraries. Caranya klik Window > Common Libraries > Buttons.
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo3.jpg?w=300&h=217
Setelah jendela Common Libraries muncul, kemudian pilih tombol yang akan Anda gunakan. sebagai contoh saya akan menggunakan tombol Playback Rounded > Rounded grey Play. Cara memasukkannya Anda tinggal menggeser tombol tersebut kedalam layout flash anda, kemudian letakan pada stage gambar (lihat gambar diatas).
Sekarang Anda buat layer baru lagi, dimana layer baru ini akan digunakan untuk script stop. Fungsi dari script stop ini yaitu untuk menghentikan perpindahan frame supaya tidak bergerak ke frame berikutnya.
Sekarang pada layer 1 sampai layer 3, di frame 2 buat keyframe baru caranya dengan menekan F6 pada key board. Kemudian Gambar 1 di Frame 2 dihapus lalu masukkan lagi seperti perintah diatas, buka file > Import > Impot to stage (Ctrl+R) Pilih Gambar. (lihat gambar).
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo4.jpg?w=300&h=217Selanjutnya sekarang kita akan membuat tombol previous, caranya klik layer 2 frame 2 lalu klik tombol play yang sudah ada kemudian dilanjutkan dengan mengklik Modify > Transform > Flip Horisontal. sehingga tombol akan terlihat seperti pada gambar dibawah.
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo5.jpg?w=300&h=217
Sekarang kita akan memasukan script stop. caranya klik pada Layer 3 pada frame 1 kemudian tekan F9, setelah jendela Action Script muncul, ketik ”stop();” (tidak pakai tanda petik). Lakukan langkah yang sama pada layer 3 pada frame 2 ketik ”stop();”
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo6.jpg?w=300&h=217
Langkah selanjutnya sekarang kita akan memasukkan script “gotoAndPlay” pada tombol play. Caranya klik pada tombol play, tekan F9 kemudian muncul pada jendela Actions Script. http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo7.jpg?w=300&h=217
Ketik:
on (release){
gotoAndPlay(2)
}
Kemudian lakukan setting pada kotak Frame, ubah angka satu menjadi angka 2. Dimana, angka dua ini merupakan nomer frame, jadi ketika tombol di klik maka maka animasi akan bergerak ke frame 2.
Selanjutnya lakukan langkah yang sama juga pada tombol previous. Hanya yang membedakannya adalah settingan pada kotak Frame, angkanya jangan di ubah tetap angka 1. Artinya ketika tombol di klik maka animasi akan bergerak ke frame 1.
http://falakh.files.wordpress.com/2010/01/photo8.jpg?w=300&h=217
Ketik:
on (release){
gotoAndPlay(1)
}
Kemudian lakukan setting pada kotak Frame, ubah angka satu menjadi angka 1. Dimana, angka dua ini merupakan nomer frame, jadi ketika tombol di klik maka maka animasi akan bergerak ke frame 1
SELESAI…. Untuk melihat hasilnya tekan ”Ctrl+Enter”

SELAMAT MENCOBAAA


Senin, 10 Februari 2014

Makala konsep sistem Informasi



KONSEP SISTEM INFORMASI

Logo Stmik Himsya Semarang.jpg












                                          Disusun
                                             O
                                             L
                                    E
                                             H


                                  Nurul  Komariyah
                          Jurusan Sistem Informasi
    STIMIK HIMSYA SEMARANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis bisa menyusun dan menyajikan makalah Konsep sistem informasi  ini sebagai salah satu tugas kuliah.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih khususnya kepada:
Ø  ALLAH SWT yang telah memberi ilmu yang bermanfaat sehingga dapat menyelesaikan makalah  ini.
Ø  Bapak Suhardiyantoh,S.Kom  selaku Dosen mata kuliah Konsep Sistem Informasi di STMIK HIMSYA.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.

Penulis berharap makalah yang dibuat ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca.



                                                                      Ungaran,28 Januari 2014

                                                                                                Nurul Komariyah
Daftar Isi
Halaman Judul.....………………………………………………….......….….….(1)
Kata Pengantar ................................………………………………………….….(2)
Daftar isi ………………………..……………………………………………… (3)
Bab I (Pendahuluan)
1.1  Latar Belakang ….........…………......………………………………………(4)
1.2  Maksud dan Tujuan………………….…………………………………….. (4)
1.3  Rumusan Masalah………….……................……………………...…….. ...(5)
Bab II (Pembahasan)
2.1  Pengertian Sistem Informasi................………………………………….… (6)
2.2  Komponen Sistem.........…...……………………………………....….......(7-8)
2.3  Jenis-Jenis sistem......................................................................................(9-11)
2.4  Data Sistem.............................................................................................(12-15)
2.5  Informasi.....................................................................................................(16)
Bab II (Penutup)
3.1  Kesimpulan..................................................................................................(17)
3.2  Saran.............................................................................................................(18)
Daftar Pustaka………...................................................................................... (19)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin menaningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiansian waktu, biaya dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang berbeda.

1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagi berikut :
1.Untuk menambah ilmu dan pengetahuan mengenai masalah yang diangkat dalam makalah.
2. Untuk memberikan keterampilan baru di bidang IT
3. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Konsep Sistem Informasi
4. Melatih mahasiswa untuk lebih aktif dalam pencarian bahan-bahan materi khususnyapada mata kuliah Konsep Sistem Informasi.
5. Menambah wawasan tentang dunia Sistem Informasi.
6. Sebagai masukan kepada mahasiswa agar menggunakan ilmu yang didapatnya untuk    kepentingan yang positif .


1.3 Perumusan Masalah
Dalam menyusun makalah ini, penulis merumuskan beberapa masalah diantaranya :
1. Definisi Sistem Informasi
2. Komponen Sistem
3. Jenis-Jenis Sistem
4. Data Sistem
5. Informasi
























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah aplikasi untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem informasi manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.

2.1.1 Definisi Lainnya
  • Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
  • Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
  • Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
  • Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
  • Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
  • Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mengatur masalah yang ada.
  • Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

2.2 Komponen sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar disebut dengan supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut sebagai suatu sistem sedang industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari supra sistem.

2.2.1 komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi

2.2.2 komponen model
kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan

2.2.3 komponen output
output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

2.2.4 komponen teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, dan membantu pengendalian sistem.

2.2.5 komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software database.

2.2.6 komponen kontrol
Pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.
1. Orang (People)
Semua pihak yang bertanggung jawab dalam hal penyokong atau sponsor sistem informasi (system owner), pengguna sistem (system users), perancang sistem (system designer) dan pengembang sistem informasi (sistem development).
2. Aktivitas
Sekumpulan aturan atau tahapan-tahapan untuk membuat, memakai, memproses dan mengolah sistem informasi ataupun hasil keluaran dari sistem informasi tersebut.
3. Data
Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna dan tidak berpengaruh langsung secara langsung kepada pemakainya atau disebut juga sebagai sekumpulan fakta mentah dalam isolasi.
4. Perangkat Keras (hardware)
Mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, printer, monitor, harddisk, DLL.
5. Perangkat Lunak (sotfware)
Sekumpulan instruksi-instruksi atau perintah-perintah yang memungkinkan perangkat keras bisa digunakan untuk memproses data, atau sering disebut sebagai program.
6. Jaringan (network)
Sistem penghubung yang memungkinkan suatu sumber dipakai secara bersama-sama, baik pada waktu dan tempat bersamaan ataupun berbeda

2.3 Jenis-jenis system
2.3.1.Objektif
  • Mengenal berbagai sistem informasi dari berbagai sudut pandang
  • Memahami secara singkat proses berbgai jenis sistem informasi
  • Memahami manfaat masing-masing jenis sistem informasi
2.3.2.Cara pandang pengklasifikasi SI
  • Level Organisasi
  • Area Fungsional
  • Dukungan yang diterima
  • Arsitektur

2.3.3.Sistem Informasi menurut Level Organisasi
  • Sistem informasi departemen
o Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
  • Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
o Contoh : sistem informasi perguruan tinggi
  • Sistem informasi antarorganisasi
o Contoh : eCommerce

2.3.4.Sistem Informasi Fungsional
  • Sistem informasi berdasarkan area fungsional
  • Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.
Contoh :
  • Sistem Informasi Akuntansi
o SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)

o Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
  • Sistem Informasi Keuangan
  • SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
o Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran
2.3.5.Klasifikasi SI berdasarkan fungsi (Jeffrey L. Whiiten)
  • Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System/TPS)
o Sebuah sistem yang meng-capture dan memproses data transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu absensi, pembayaran, KRS, reservasi dll
  • Sistem Informasi Manajemen (Managemen Information System/MIS)
o Sistem informasi yang menyediakan pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi.
  • Sistem Pendukung Keputusan (Decissin Support System/DSS)
o Sistem informasi yang menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan.
  • Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System/EIS)
o Sistem informasi yang diperuntukkan oleh manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa rencana tersebut.
  • Sistem Pakar (Expert System)
o Sistem informasi yang meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau para pengambil keputusan dan mensimulasikan kembali “pemikiran” ahli tersebut.
  • Sistem Komunikasi dan Kolaborasi (Communication and Collaboration System)
o Sistem yang memungkinkan komunikasi lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi.
  • Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System)
o Sistem informasi yang mendukung aktifitas bisnis kantor secara luas yang menyediakan aliran kerja yang diperbaiki antar personil.

2.3.6.Sistem Informasi berdasarkan dukungan yang tersedia
  • Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS)
  • Sistem Informasi Manajemen(management information system atau MIS)
  • Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)
  • Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)
  • Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)
  • Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS)
  • Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)

2.4 Data system
2.4.1. Konsep Dasar Sistem Informasi
2.4.1.1 Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini:

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi didalam sistem.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas dan lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem terdiri dari beberapa subsitem atau sistem-sistem bagian. Komponen-komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, semuanya saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga sasaran sistem dapat tercapai.
2.4.1.2. Karakteristik Sistem
Suatu sistem menpunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai batas (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).
a. Batas sistem
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipasang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
b. Lingkungan luar sistem
Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
c. Penghubung sistem
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi satu masukan (input) bagi subsistem yang lain dan akan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
d. Masukan sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan peralatan (maintenence input) dan masukan sinyal (signal input). Mantenance input adalah energi yang diproses agar didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
e. Keluaran sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah transaksi menjadi laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh menejemen.
f. Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali, masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
2.4.1.3. Klasifikasi sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini :
  1. Sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Sistem fisik merupan sistem yang ada secara fisik misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan sistem produksi.
  2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine system atau ada yang menyebut dengan man machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
  3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi tertentu dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Inteaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
  4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ada, tetapi kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup), sedang sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, karena sistem sifatnya terbuka dan tepengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik. Sistem-sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka untuk pengaruh yang baik saja.
2.4.2. Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang sudah lama perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu :
  1. Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
  2. Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
  3. Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari pemimpin atau dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.
2.5 Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian (kumpulan fakta).

Sistem informasi, menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System” mendefinisikan bahwa :
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi yang umum, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi yang mengolah data menjadi bentuk yang lebih berguna untuk mencapai suatu tujuan.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen seperti orang, aktivitas, data, perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan yang terintegrasi yang berfungsi untuk mendukung dan meningkatkan operasi sehari-hari sebuah bisnis, juga menyediakan kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan oleh manajer.


3.2 Saran

Perdasarkan hasil penulian ini, penulis memiliki beberapa saran diantaranya:
1.      Kepada para mahasiswa untuk mempelajari Konsep Sistem informasi dengan sebaik-baiknya karena Sistem Informasi sangat bermanfaat dalam kehidupan kita.
2.      Kepada masyarakat agar menggunakan Konsep Sistem Informasi dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan operasi sehari-hari sebuah bisnis, juga menyediakan kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.









DAFTAR PUSTAKA


Yuhefizar, ilmukomputer.com
http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/03/makalah-sistem-informasi.html
www.google.com